Ujung Genteng November 22, 2009
Posted by lizaherlina in Indonesia, Pesona Jabar.Tags: amanda ratu, curug cikaso, pangumbahan, sukabumi selatan, ujung genteng
add a comment
Tempat ini terletak di wilayah Sukabumi selatan, Jawa Barat. Kalo di google petanya ujung genteng, benar-benar terletak di ujungnya Jawa Barat. Perjalanan kesana lumayan memakan energi karena selain jarak tempuh yang lama sekitar 6 jam, kondisi jalanan juga berkelok-kelok. Siapkan kondisi fisik saja sehingga tidak sakit diperjalanan, tetapi untuk setiap perjuangan ada rewardnya kok, pemandangannya itu lho….. awesome.
Transportasi
Untuk trip ini saya naik kendaraan umum saja dari Bogor hingga ke surade, dari surade perjalanan bisa dilanjutkan dengan angkot. Perjalanan menelusuri daerah ujung genteng dilakukan dengan menyewa ojeg yang ternyata sangat ampuh untuk menjelajahi medan di daerah ujung genteng.
Penginapan
Ada beberapa pilihan penginapan di ujung genteng, mulai dari yang mahal dan murah, untuk yang murah ada pondok hexa, mamas losmen, pondok adi, pondok iskandar, linda’s resort. Tempat saya menginap di Ujung genteng di Amanda ratu resort, ratenya lumayan sekitar 600 ribu/nite, fasilitasnya tidak bisa dibilang lengkap juga, ada kolam renang dan karaoke room, walaupun beberapa fasilitas ada yang kurang nyaman, terutama restoran sementara untuk mencari makanan disini lumayan susah, restoran yang enak juga bisa dibilang jarang sekali. Tetapi dari Amanda ratu resort ini bisa melihat pemandangan yang cantik, dan pas banget untuk sekadar duduk santai dan membaca buku dan mendengarkan musik disore hari, aih….asal jangan hujan ya….
Check out: www.amandaratu.com for latest rate or contact person Donny, +62085722111365/+6281221433365, email to donny@amandaratu.com
Dari Amanda ratu resort juga ada pemandangan menarik bertemunya sungai dan lautan di muara, terus ada batu yang sedikit mirip dengan batu di tanah lot, versi miniaturnya lah.
What to do
Bulan desember saya memang hobby sekali jalan terutama karena banyak libur, resikonya adalah hujan, terutama kalo untuk trip ini saya menyewa ojeg, jadilah tantangan tersendiri untuk badan ini. Tujuan pertama saya di Ujung Genteng adalah the famous curug cikaso. Air terjun ini benar-benar menakjubkan, untuk pergi kesana ada beberpa alternatif, bisa naik perahu atau jalan menyusuri tepian sawah, biasanya pengunjung akan naik perahu karena sudah merupakan usaha dari masyarakat setempat, jadi mau nggak mau gitu, tetapi saya memilih untuk menyusuri tepian sawah yang asyik juga.
Sesampai di curug cikaso, arus air yang turun sedang sangat kencang, karena sehabis hujan, tidak mungkin untuk masuk kesungai apalagi mandi-mandi, tetapi itulah yang membuat curug ini menjadi semakin menakjubkan.
Ada beberapa pantai di seputaran daerah ini, salah satu yang terkenal adalah pantai pangumbahan, jika malam hari dapat menyaksikan penyu hijau bertelur disini karena merupakan pusat penangkaran penyu. Pantai pangumbahan juga masih bersih dan cantik sekali dibandingkan dengan pantai ujung gentengnya yang sudah sedikit kotor.
Jika ada waktu bisa mengeksplor pantai-pantai yang lain, seperti pantai ombak tujuh yang biasa digunakan untuk berselancar karena ombaknya yang tinggi, jaraknya agak jauh sekitar 15 km dari pantai pangumbahan, pantai minajaya, dan muara cikarang. Lets go.
Pangandaran and Green Canyon November 21, 2009
Posted by lizaherlina in Indonesia, Pesona Jabar.Tags: green canyon., pangandaran
add a comment
Trip saya ke Pangandaran dan Gren Canyon kali ini pake ikutan travel di sunburst, coba deh www.sunburstadventure.com. Kita tinggal ngumpul di taman anggrek, jam 6 pagi, trus naik bus dari panitia, nyampe disana udah tinggal di hotel, terus beres deh semua udah diatur, hmmmm enak juga.
Perjalanan ke ujung selatan jawa barat ini lumayan, berangkat sekitar 9 jam, dan pulangnya menikmati macet selama 14 jam, lezat juga ya. Tetapi memory yang didapet worth the effort kok.
Saya ke Green Canyon seputaran Feb, dan masih kenceng-kencengnya rainy season, sehingga disarankan kalau mau pergi kesana pas musin panas saja, sekitar Juni-Agustus, sehingga air sungai di Green Canyon tidak meluap dan berwarna coklat, tetapi tenang dan hijau sebagaimana layaknya namanya Green.
Sore hari di tepi Pangandaran Beach enak juga, dengan perahu-perahu nelayan berjajar di pantai menbuat nuansa tersendiri bagi pantai pangandaran, apalagi dengan nama kapal yang unik-unik, hehehe…
Makan malam fresh seafood yang murah tapi super enaaaakkkk, bayangin kaman berlima Cuma habis sekitar 200 ribu rupiah (2009), padahal perkiraan kami bisa habis sekitar 500 ribu. Daging kepitingnya muanissss dan fresh sekali, sehingga tidak perlu bumbu yang terlalu banyak, cukup sedikit memberi rasa, aduh jadi pengen lagi. Coba resto Karya Bahari ya, uenake poll….
Pagi-pagi, langsung menuju tempat wisata green canyon, untuk menuju tempat ini harus menggunakan perahu kecil berkapasitas sekitar 6 orang, sepanjang perjalanan disuguhi pemandangan hijau, dan sesampai di Green canyon, perahu tidak dapat jalan lagi, sehingga jika ingin melanjutkan perjalanan bisa berenang dengan menggunakan pelampung.
Setelah puas bermain-main di green canyon, kami melanjutkan perjalanan ke cagar alam. Ada beberapa goa-goa unik disini, ada goa bekas peninggalan Jepang, yang dahulu dijadikan penjara, aduh serem. Tetapi yang paling unik adalah goa dengan stalaktit dan stalagmit alami, salah satu bentuk yang unik sekali adalah stalagmit berbentuk kelamin laki-laki dan perempuan, tertarik??? Ayo ke Pangandaran….
Kami menghabiskan senja di pantai pasir putih, berenang di air laut, just feel free ……yihaaaa……., senja yang santai juga pas banget untuk main sepeda seputaran pangandaran, bisa juga pake atv, tapi i prefer sepeda, lebih alami dan lebih murah, hehehehehe.
Gowes gowes gowes…….















